berita

Kabut Asap Sumbar Masih Parah Sejak 15 Oktober, Titik Api Terdeteksi di Sumsel dan Jambi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:11 WIB
Penampakan kabut asap menyelimuti Kota Padang dari udara pada 15 Oktober 2026. (Foto: Instagram/friski.id)


Sumbardaily.com – Sebaran titik api di Sumatera Selatan dan Jambi turut memengaruhi kondisi kualitas udara di Sumatera Barat (Sumbar). Pergerakan angin membawa asap dari wilayah tersebut ke sejumlah kawasan di bagian selatan Pulau Sumatera, sehingga kualitas udara di Sumbar dilaporkan masih parah sejak 15 Oktober 2026.





Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi, Sugeng Nugroho, menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan banyak titik api terdeteksi di Sumatera Selatan dan Jambi. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan penyebaran asap hingga ke wilayah Sumbar.





Penjelasan tersebut disampaikan Sugeng saat Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy mengunjungi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/10/2026).





“Sumatera Barat termasuk daerah yang berada di kawasan tersebut. Sehingga sejak 15 Oktober lalu hingga sekarang, kualitas udaranya masih parah,” ujar Sugeng.





Dalam kunjungan itu, Vasko membahas kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumbar, pergerakan arah angin, serta sebaran titik panas (hotspot) berdasarkan pemantauan melalui dasbor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).





Vasko menyebut, berdasarkan pemantauan melalui dasbor BMKG, tidak ditemukan titik api di wilayah Sumbar. Ia mengatakan kabut asap yang saat ini menyelimuti provinsi tersebut berasal dari provinsi tetangga.





“Setelah kita pantau melalui dasbor BMKG, tidak terdeteksi adanya titik api di Sumbar. Kabut asap yang sekarang menyelimuti Sumbar itu berasal dari provinsi tetangga,” ungkap Vasko.


Halaman:

Tags

Terkini