Meski tidak terdeteksi titik api berdasarkan pemantauan tersebut, Vasko meminta kewaspadaan tetap ditingkatkan. Sejumlah daerah di Sumbar, khususnya yang memiliki riwayat kebakaran lahan, perlu mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Tiga daerah yang menjadi perhatian ialah Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, dan Solok Selatan. Vasko meminta seluruh pihak meningkatkan upaya pencegahan kebakaran lahan sekaligus memperkuat mitigasi untuk mengantisipasi dampak kabut asap.
BMKG Ingatkan Perubahan Cuaca Menjelang November–Desember
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, mengingatkan pentingnya pemantauan kondisi cuaca secara berkala menjelang November hingga Desember. Perubahan pola atmosfer dan angin muson diperkirakan memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai wilayah.
"Peningkatan curah hujan tidak otomatis menghilangkan seluruh potensi kebakaran. Karena itu, upaya pencegahan tetap diperlukan meskipun kondisi cuaca mengalami perubahan," ujar Decky.
Di sisi lain, hujan berintensitas tinggi juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut membuat langkah antisipasi perlu disiapkan untuk menghadapi dua risiko sekaligus, yakni kebakaran lahan dan bencana yang dipicu cuaca ekstrem.
"Karena itu, penanganan kondisi tersebut perlu diarahkan pada tiga prioritas utama. Pertama, mencegah terjadinya kebakaran. Kedua, mempercepat respons ketika terjadi kebakaran maupun penurunan kualitas udara. Ketiga, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem," sebut Decky. (*)