Sumbardaily.com – Harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin mahal dan pemberantasan korupsi masih menjadi persoalan utama yang mendesak untuk ditangani pemerintah. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, lebih dari separuh warga menilai kinerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam membuat harga kebutuhan pokok terjangkau justru semakin buruk dibandingkan tahun sebelumnya.
Temuan tersebut merupakan bagian dari survei SMRC bertajuk Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo. Survei terakhir dilaksanakan pada 1-10 Oktober 2026. Hasilnya disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Jumat (16/10/2026).
Dalam pemaparan survei tersebut, sebanyak 50,6 persen warga menilai upaya pemerintah membuat harga kebutuhan pokok terjangkau mengalami penurunan kinerja. Sementara itu, hanya 19,7 persen responden yang menilai kinerja pemerintah dalam persoalan tersebut semakin baik.
Persoalan harga kebutuhan pokok juga menempati urutan teratas dalam daftar masalah yang dianggap paling mendesak untuk segera diselesaikan pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa keterjangkauan harga barang kebutuhan sehari-hari masih menjadi perhatian utama masyarakat.
Harga Kebutuhan Pokok dan Pemberantasan Korupsi Jadi Sorotan
Deni Irvani menjelaskan, sebanyak 30 persen warga menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai masalah paling mendesak yang harus segera ditangani pemerintah.
Persoalan berikutnya adalah pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), yang disebut oleh 26,8 persen responden. Sementara itu, upaya mengurangi kemiskinan berada di urutan ketiga dengan persentase 14,7 persen.
Selain tiga persoalan tersebut, warga juga menyoroti masalah judi online. Sebanyak 6,5 persen responden menilai persoalan ini mendesak untuk diselesaikan.