berita

Karhutla Meningkat, Sumatera Selatan Catat 91 Hotspot dan Jambi 9 Titik

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:04 WIB
Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)


Sumbardaily.com - Kementerian Kehutanan memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah jumlah titik panas atau hotspot meningkat di sejumlah wilayah Indonesia. Di Pulau Sumatera, Sumatera Selatan mencatat 91 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan Jambi terdeteksi memiliki sembilan titik berdasarkan pemantauan terbaru.





Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyampaikan bahwa penanganan karhutla terus diperkuat melalui operasi darat dan udara. Upaya tersebut difokuskan pada wilayah yang mengalami peningkatan hotspot serta lokasi kebakaran yang masih memerlukan penanganan lanjutan.





“Pengendalian kebakaran hutan dan lahan terus diperkuat melalui operasi darat dan udara, terutama pada wilayah yang masih menunjukkan peningkatan hotspot dan kondisi kebakaran yang memerlukan penanganan lanjutan,” kata Ristianto Pribadi, dikutip dari Kementerian Kehutanan, Jumat (16/10/2026).





Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla atau SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Rabu (14/10/2026) pukul 21.00 WIB, terdapat 372 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat 128 titik atau sekitar 52,5 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 244 hotspot.





Peningkatan juga terjadi di enam provinsi prioritas penanganan karhutla. Jumlah hotspot di wilayah tersebut mencapai 294 titik, bertambah 146 titik dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 148 titik.





Di Sumatera Selatan, jumlah hotspot meningkat dari 59 menjadi 91 titik. Sementara itu, Jambi yang sehari sebelumnya tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi kini memiliki sembilan titik.





Adapun Riau masih mencatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Perkembangan di setiap wilayah menjadi bagian dari pemantauan untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan dan langkah pengendalian kebakaran di lapangan.


Halaman:

Tags

Terkini