berita

Warga Rantau Panjang Waswas Banjir, PMI Pasaman Barat Kembali Galakkan SIBAT

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:04 WIB
Peluncuran program digelar pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon kelapa genjah sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. (Foto: Pemkab Pasbar)


Sumbardaily.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat kembali menggalakkan program Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam mengenali risiko dan menghadapi potensi bencana, terutama banjir.





Peluncuran program digelar pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon kelapa genjah sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.





Sejumlah pihak menghadiri kegiatan itu, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat Natran Hanri yang mewakili bupati, perwakilan PMI Pasaman Barat Sukarman, serta Dewan Kehormatan PMI yang juga anggota DPRD Pasaman Barat, Adriwilza. Camat, wali nagari, dan masyarakat setempat turut hadir.





Dalam sambutan bupati yang disampaikan Natran Hanri, masyarakat diingatkan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dengan membentuk kelompok. Program tersebut membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif warga agar dapat berjalan secara maksimal.





“Program siaga bencana harus diiringi dengan kesadaran masyarakat. Tanpa kesadaran tersebut, program yang dilaksanakan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, kita berharap melalui program ini kesadaran masyarakat semakin meningkat, terutama dalam bentuk kepedulian dan gotong royong,” ujarnya.





Natran menjelaskan, kesadaran masyarakat perlu diwujudkan melalui langkah konkret. Warga diharapkan membangun komunikasi, mengenali persoalan yang muncul di lingkungan sekitar, serta mencari jalan keluar melalui kerja sama.





Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kelompok SIBAT, pemerintah nagari, dan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan pembagian peran dan kerja sama seluruh pihak agar upaya yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri.


Halaman:

Tags

Terkini