berita

Empat Nagari di Palembayan Bergabung dalam Kampung Siaga Bencana Salareh Aia Raya

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:27 WIB
Meterial longsong menutupi akses jalan di Jalan Tanah Liek, Jorong Silungkang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu (23/11/2025) pukul 11.30 WIB. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana terus dilakukan di Kabupaten Agam. Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam resmi mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Salareh Aia Raya di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Selasa (23/6/2026).





Pengukuhan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pembentukan kelembagaan, tetapi juga dibarengi dengan simulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan warga dalam merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.





Kehadiran Kampung Siaga Bencana Salareh Aia Raya menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan masyarakat di kawasan yang memiliki potensi risiko bencana. Melalui program tersebut, masyarakat didorong menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal ketika terjadi bencana.





Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada Kemensos RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Agam melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana tersebut.





Menurutnya, KSB memiliki peran penting sebagai wadah pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana mulai dari tingkat jorong hingga nagari. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, upaya pengurangan risiko bencana diharapkan dapat berjalan lebih efektif.





"Kampung Siaga Bencana menjadi sarana penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Pemkab Agam berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini demi keselamatan warga," kata Muhammad Iqbal.





Ia menegaskan bahwa keberadaan KSB tidak hanya bertujuan meningkatkan kesiapan saat terjadi bencana, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi dan antisipasi terhadap berbagai ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


Halaman:

Tags

Terkini