“Alhamdulillah, ahli waris berniat menggunakan uang santunan tersebut untuk melaksanakan ibadah umrah dan badal umrah bagi almarhum. Ini menjadi bukti bahwa manfaat program ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga memiliki nilai keagamaan yang tinggi,” tutur Maulana.
Sinergi BPJS dan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ade Kurniati, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas perhatian yang diberikan kepada para petani dan pekerja sektor pertanian. Ia menilai program tersebut menjadi bentuk perlindungan sosial yang sangat penting bagi masyarakat di ekosistem pertanian.
Ade juga mengajak seluruh petani, buruh tani, dan masyarakat di bawah koordinasi dinasnya agar segera mendaftarkan diri sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan melalui Agen Perisai. Dengan demikian, setiap pekerja dapat terlindungi dari berbagai risiko sosial ekonomi.
Menutup penyerahan santunan tersebut, Maulana mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Solok, khususnya Dinas Pertanian dan Pangan, atas sinergi yang terus dibangun. Ia berharap, kerja sama lintas sektor ini dapat memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja informal di wilayah Solok.
“Terima kasih kepada Ibu Kadis atas dukungan dan himbauannya agar semua petani, buruh tani, serta masyarakat di lingkungan pertanian segera menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan melalui Agen Perisai. Karena, seperti pepatah Minang, ‘untung sepanjang jalan, malang sakijok mato,’ artinya perlindungan itu penting sebelum musibah datang,” ujar Maulana.
Program BPJS Ketenagakerjaan dinilai semakin relevan di tengah tingginya risiko kerja di sektor pertanian dan informal. Dengan kontribusi yang terjangkau, peserta dapat memperoleh jaminan sosial yang memberikan perlindungan finansial sekaligus ketenangan bagi keluarga, baik dalam kondisi suka maupun duka.