Video AI Makin Sulit Dibedakan dari Asli, Komdigi Siapkan Aturan Pelabelan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Ilustrasi AI (Foto: Pexels)
Ilustrasi AI (Foto: Pexels)


Sumbardaily.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mengkaji peraturan menteri yang mengatur pelabelan konten buatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Kebijakan ini disiapkan untuk membantu masyarakat membedakan video, gambar, dan suara hasil rekayasa digital dari konten autentik yang beredar di ruang digital.





Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, perkembangan teknologi AI membuat konten sintetis semakin menyerupai kenyataan. Situasi tersebut mempersempit batas antara informasi asli dan materi yang dihasilkan mesin, sehingga meningkatkan tantangan dalam menjaga keaslian informasi.





"Perkembangan ini sangat cepat untuk makin membuat garis pemisah antara fakta, antara realita dengan sesuatu yang sintetik makin lama makin tipis," ujar Nezar dalam Konvensi Humas Indonesia 2026 di Surakarta, Sabtu (17/10/2026).





Menurut Nezar, kemampuan AI dalam menghasilkan video, gambar, dan suara realistis membuka peluang penyalahgunaan teknologi. Salah satu risiko yang menjadi perhatian ialah penipuan dengan memanfaatkan konten digital yang dibuat menyerupai orang atau situasi sebenarnya.





Dia mencontohkan kasus penipuan melalui pertemuan virtual di Hong Kong sekitar dua tahun lalu. Dalam peristiwa tersebut, sebuah perusahaan mengalami kerugian sebesar 25 juta dolar AS setelah staf keuangannya melakukan serangkaian transfer berdasarkan instruksi yang diterima melalui pertemuan daring.





Staf tersebut tercatat melakukan 15 kali transfer setelah mengikuti pertemuan virtual yang menampilkan jajaran pimpinan perusahaan. Namun, orang-orang yang terlihat dalam pertemuan tersebut ternyata merupakan hasil rekayasa digital, kecuali staf keuangan yang menjadi korban.





"Jadi dalam pertemuan online itu semuanya fake, yang asli cuma dia sendiri di situ, si staf itu," ungkap Nezar.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X