Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menargetkan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.
Dari rencana pembangunan 1.070 unit huntap mandiri, sebanyak 92 unit telah mulai dikerjakan dan enam unit di antaranya sudah selesai dibangun. Namun, persoalan kepemilikan dan keamanan lahan masih menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh rencana tersebut.
Selain huntap mandiri, Pemkab Agam juga merencanakan pembangunan 520 unit huntap kolektif di dua lokasi. Proses pembangunan ini membutuhkan koordinasi lintas instansi, terutama untuk menyelesaikan persoalan pemanfaatan lahan dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Upaya percepatan tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal dengan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam serta tim Satuan Kerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Agam, Lubuk Basung, Rabu (14/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Muhammad Iqbal memaparkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya penyediaan hunian tetap bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga menjelaskan berbagai kendala yang perlu ditangani agar pembangunan dapat segera diselesaikan.
“Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, terutama dalam penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Kita ingin proses pembangunan ini berjalan dengan lancar, sehingga masyarakat dapat segera menempati hunian yang layak dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” ujar Muhammad Iqbal, dikutip dari Pemkab Agam, Kamis (15/10/2026).
Pembangunan 1.070 Huntap Mandiri Masih Terkendala Lahan
Salah satu tantangan utama pembangunan huntap mandiri di Kabupaten Agam adalah ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan. Program ini direncanakan mencakup 1.070 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana.