Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Sumatera Barat, merencanakan revitalisasi Benteng Van der Capellen di Batusangkar menjadi museum perjuangan.
Selain menjaga kelestarian bangunan cagar budaya nasional, pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk menjadi ruang pembelajaran sejarah, kegiatan seni dan budaya, hingga pusat kuliner tradisional.
Rencana itu disampaikan dalam keterangan resmi Pemkab Tanah Datar, Rabu (14/10/2026). Persiapan revitalisasi dibahas saat Direktur Sarana dan Prasarana Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Feri Arlius Dt. Sipado, melakukan kunjungan lapangan ke Benteng Van der Capellen pada Selasa (13/10/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra. Dalam kesempatan itu, Eka Putra didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Inhendri Abas, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ariswandi.
Eka Putra menjelaskan, kedatangan perwakilan Kementerian Kebudayaan menjadi bagian dari persiapan untuk mengembangkan benteng bersejarah tersebut menjadi museum. Pemerintah daerah mengusulkan konsep museum perjuangan dengan mempertimbangkan nilai sejarah bangunan yang telah berdiri sejak abad ke-19.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan dari Direktur Kementerian Kebudayaan yang diutus langsung oleh Bapak Menteri. Kunjungan ini dalam rangka mempersiapkan Benteng Van der Capellen menjadi museum. Konsep yang kami rancang adalah museum perjuangan, mengingat benteng ini sudah berdiri dan dibangun dari 1822 hingga 1826,” ujar Eka Putra.
Benteng Van der Capellen Jadi Sarana Belajar Sejarah
Menurut Eka Putra, revitalisasi Benteng Van der Capellen tidak sekadar bertujuan merawat bangunan peninggalan sejarah. Lebih dari itu, pengembangan museum diharapkan dapat mempertahankan ingatan masyarakat mengenai perjalanan Tanah Datar pada masa lalu.