Khairunas menyebut dukungan terhadap pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah. Pemerintah daerah juga berupaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan menghadapi persaingan pada masa mendatang.
Pemkab Solok Selatan menyadari bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dimulai sejak dini. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi individu yang produktif, kompetitif, serta memiliki akhlak yang baik untuk menghadapi tantangan dalam 20 hingga 30 tahun ke depan.
Selain membagikan seragam sekolah gratis, pemerintah daerah menyediakan program beasiswa bagi pelajar mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama antara pemerintah kabupaten, sejumlah universitas ternama, dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Solok Selatan.
Dukungan terhadap pendidikan juga dilakukan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Pada 2026, Pemkab Solok Selatan memfasilitasi revitalisasi sekitar 68 sekolah dengan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai lebih dari Rp 48 miliar.
Upaya peningkatan layanan pendidikan tersebut turut diselaraskan dengan agenda nasional Asta Cita Presiden. Selain revitalisasi sekolah, pemerintah daerah juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa.
Berbagai program itu diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan mutu pembelajaran di daerah. Bantuan seragam, beasiswa, perbaikan fasilitas sekolah, dan dukungan pemenuhan gizi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus bekerja sama mendukung sektor pendidikan. Sinergi berbagai pihak dinilai diperlukan agar pendidikan bermutu dapat diakses secara merata oleh seluruh anak di Kabupaten Solok Selatan. (*)