Distribusi tersebut ditujukan agar masker dapat segera digunakan masyarakat, terutama kelompok yang dinilai rentan terhadap dampak kabut asap. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang tetap harus bekerja dan beraktivitas di luar ruangan.
“Pembagian masker ini kami upayakan terutama kepada masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap, mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang bekerja dan beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Untuk mempercepat penyaluran, Pemkab Dharmasraya akan melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah. Distribusi masker akan dilakukan melalui Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pelaksanaan distribusi juga akan didukung jajaran puskesmas, kader Posyandu, serta kader Dasawisma. Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pembagian masker hingga ke masyarakat yang membutuhkan.
Catur menekankan bahwa kecepatan distribusi menjadi salah satu hal penting dalam penanganan kondisi tersebut. Semakin cepat bantuan diterima warga, semakin cepat pula masker dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kita upayakan semakin cepat disalurkan dan semakin luas penyebarannya, pembagian masker ini akan semakin efektif untuk menjaga dan melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat,” katanya.
Kondisi kabut asap di Dharmasraya diketahui telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah daerah menyebut kabut asap tersebut diduga merupakan kiriman dari wilayah tetangga, mengingat tidak ada lagi hotspot yang terpantau di wilayah Dharmasraya sejak 23 September 2026. (*)