Sumbardaily.com - Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia melonjak hingga mencapai 1.271 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kenaikan itu juga terjadi di kawasan Sumatera, dengan Sumatera Selatan mencatat 83 hotspot berdasarkan pemantauan terbaru.
Data tersebut menunjukkan jumlah hotspot high confidence secara nasional bertambah 689 titik dibandingkan sehari sebelumnya. Di tengah kenaikan itu, Kementerian Kehutanan memperkuat pengendalian karhutla melalui operasi darat dan udara, terutama di wilayah yang masuk enam provinsi prioritas.
Dikutip dari Kementerian Kehutanan, Minggu (4/10/2026) Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menjelaskan bahwa pemantauan terbaru menunjukkan peningkatan hotspot yang perlu diikuti dengan verifikasi dan penanganan di lapangan.
"Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi oleh satelit, bukan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar," kata Ristianto.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Jumat (2/10) pukul 21.10 WIB, terdapat 1.271 hotspot high confidence yang terdeteksi secara nasional.
Pemantauan tersebut menggunakan data dari satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20. Sehari sebelumnya, yakni Kamis (1/10), jumlah hotspot high confidence yang terpantau berada di angka 582 titik.
Artinya, dalam satu hari terjadi penambahan sebanyak 689 hotspot.