Tidak sekadar menguji kemampuan teknis personel, latihan itu juga digunakan untuk memastikan setiap unsur memahami prosedur, tugas, fungsi, serta pola koordinasi yang harus dijalankan ketika situasi darurat terjadi.
Peserta mendapatkan pemaparan mengenai skenario serta tahapan penanganan aksi terorisme pada moda transportasi kereta api.
Pemaparan tersebut menggambarkan kondisi yang dihadapi, jalur komunikasi dan koordinasi, hingga tindakan yang perlu ditempuh masing-masing unsur sesuai tugas serta kewenangannya.
Dalam pelaksanaannya, simulasi tidak hanya menguji kemampuan personel menghadapi keadaan darurat. Efektivitas komunikasi dan koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian penting yang diuji.
Hal itu karena penanganan keadaan darurat di transportasi publik membutuhkan respons yang terintegrasi, cepat, terukur, sekaligus tetap mengutamakan keselamatan pelanggan dan petugas.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab, mengapresiasi Polda Sumbar atas kolaborasi dalam pelaksanaan latihan gabungan tersebut.
Menurutnya, latihan bersama diperlukan untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat kesiapan seluruh unsur ketika menghadapi potensi gangguan keamanan.
“KAI mengapresiasi kolaborasi dan sinergi Polda Sumbar dalam pelaksanaan latihan gabungan ini. Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama untuk memastikan kesiapan personel, prosedur, serta mekanisme koordinasi dalam menghadapi situasi darurat. Dengan latihan bersama, setiap unsur dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga apabila menghadapi kondisi yang sebenarnya, respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terkoordinasi sesuai prosedur serta kewenangan,” katanya.