Sumbardaily.com - Upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Sumatera Barat (Sumbar) masih menghadapi persoalan besar dalam penemuan kasus.
Dari estimasi sekitar 24.525 kasus TBC pada 2026, baru sekitar 9.330 kasus atau 38 persen yang ditemukan dan mendapatkan pengobatan. Artinya, sekitar 15.192 kasus masih menjadi pekerjaan bersama.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat strategi penanggulangan TBC dengan memperluas gerakan Nagari, Desa dan Kelurahan Siaga TBC hingga ke tingkat masyarakat.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan penanggulangan penyakit tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Pemerintah daerah hingga tingkat nagari, desa, dan kelurahan serta masyarakat perlu terlibat secara aktif.
“Penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Kita membutuhkan gerakan bersama seluruh komponen masyarakat,” katanya beberapa waktu lalu.
Menurut Mahyeldi, TBC tidak semata-mata persoalan medis. Penyakit tersebut juga berkaitan dengan aspek kemanusiaan, sosial, ekonomi, dan pembangunan.
Karena itu, penanganannya membutuhkan kerja bersama lintas sektor dan tidak cukup mengandalkan pasien yang datang sendiri ke fasilitas pelayanan kesehatan.