Arifki menyebut pendidikan kepemiluan perlu dikenalkan sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjadi pemilih yang cerdas sekaligus memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Muhammad Khadafi mengapresiasi langkah Bawaslu Pessel dalam menghadirkan media digital tersebut.
Khadafi menilai keterbatasan anggaran tidak seharusnya menghentikan upaya jajaran pengawas pemilu untuk menciptakan berbagai inovasi. Menurut dia, kreativitas dapat menjadi jalan untuk menghadirkan terobosan meski dengan sumber daya yang terbatas.
“Keterbatasan anggaran tidak menjadi halangan untuk membangun kreativitas. Bawaslu Pesisir Selatan telah menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan kemauan, inovasi tetap bisa diwujudkan,” katanya.
Khadafi juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan tahapan demokrasi sejak jauh hari. Bawaslu bersama berbagai pemangku kepentingan disebut mulai melakukan persiapan untuk menghadapi Pemilu 2029.
Menurut Khadafi, perkembangan dinamika politik sudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat masyarakat membutuhkan informasi yang benar, edukatif, dan dapat dipercaya.
Informasi yang kredibel dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan di tengah perkembangan komunikasi digital.