Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman Deddy Kurnia Illahi mengatakan penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Program Unggulan Wali Kota Pariaman dan Wakil Wali Kota Pariaman periode 2025-2030, yaitu Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga.
Deddy berharap bantuan sarana dan prasarana usaha yang diberikan dapat menjadi titik awal bagi para peserta untuk mulai meningkatkan produktivitas.
“Bantuan sarana dan prasarana usaha ini diharapkan menjadi langkah awal untuk produktif dan kami Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman akan mendampingi dan melakukan pembinaan kepada peserta dan UMKM lainnya,” jelas Deddy.
Pendampingan tersebut akan dilakukan dengan melihat perkembangan pelatihan dan produk yang dihasilkan para peserta. Pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai kekurangan dan kelebihan dari produk yang dikembangkan.
“Sejauh mana pelatihan dan produk-produk yang dihasilkan dikembangkan, apa kekurangan dan kelebihannya sehingga mereka bisa membuat dan menghasilkan produk yang berdaya jual tinggi dan menjadi kebanggaan Kota Pariaman,” tutupnya.
Dengan bantuan tersebut, 45 pengrajin lokal yang sebelumnya mendapatkan pelatihan diharapkan tidak berhenti pada tahap peningkatan keterampilan. Batik cap dan rajutan diarahkan untuk berkembang menjadi produk usaha yang memiliki nilai ekonomi dan mampu menopang industri rumah tangga di Kota Pariaman. (*)