Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai mengerjakan sejumlah proyek rehabilitasi infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir. Pekerjaan fisik berupa perbaikan bendungan, jembatan, dan saluran drainase tersebut resmi dimulai pada Senin (10/8/2026).
Dimulainya pekerjaan menjadi bagian dari upaya Pemko Padang mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Proyek tersebut baru dapat masuk tahap pengerjaan setelah seluruh proses perencanaan dan tender diselesaikan sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Pendanaan untuk percepatan pemulihan tersebut berasal dari alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikembalikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota Padang. Dana itu digunakan untuk menangani sejumlah titik infrastruktur yang dinilai vital bagi pemulihan fungsi aliran air dan mobilitas masyarakat.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah daerah memahami keinginan masyarakat agar proses perbaikan dilakukan secepat mungkin. Namun, percepatan pengerjaan tetap harus berjalan dalam koridor aturan karena terdapat tahapan yang wajib dilalui sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Sama seperti masyarakat, kita juga ingin cepat. Namun ada tahapan perencanaan dan tender yang tidak bisa dibypass, karena ada aturan yang mengikat. Saat ini Alhamdulillah beberapa rehab fisik sudah mulai dilakukan, karena proses perencanaan dan tendernya sudah selesai,” ujarnya.
Fadly Amran juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada masyarakat Kota Padang atas kesabaran selama proses persiapan pekerjaan berlangsung. Menurutnya, penyelesaian tahapan perencanaan dan tender menjadi bagian penting agar proses rekonstruksi dapat dilakukan sesuai ketentuan.
Di lapangan, pengerjaan sejumlah proyek kini telah berjalan secara bersamaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, menyebut terdapat tujuh paket proyek fisik yang sudah mulai dikerjakan.