Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Beri Efek Berganda bagi Hotel, Kuliner dan UMKM

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 10 Juli 2026 | 17:08 WIB
Sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga puncak acara yang digelar pada 28 Juni 2026, Kota Pariaman dipadati wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. (Foto: Pemko Pariaman)
Sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga puncak acara yang digelar pada 28 Juni 2026, Kota Pariaman dipadati wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. (Foto: Pemko Pariaman)


Sumbardaily.com - Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 kembali menunjukkan bahwa sebuah agenda budaya tidak hanya berfungsi menjaga warisan tradisi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat.





Event yang masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut berhasil menarik ratusan ribu wisatawan ke Kota Pariaman dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor usaha.





Sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga puncak acara yang digelar pada 28 Juni 2026, Kota Pariaman dipadati wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Lonjakan kunjungan tersebut memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya aktivitas perdagangan, sektor pariwisata, serta berbagai layanan yang menjadi penunjang penyelenggaraan event.





Meningkatnya jumlah wisatawan membawa keuntungan bagi pelaku usaha lokal. Tingkat hunian hotel dan penginapan mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa. Rumah makan dan pusat kuliner dipenuhi pengunjung, sementara pedagang kaki lima, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penyedia jasa transportasi mencatat peningkatan pendapatan selama penyelenggaraan event berlangsung.





Dampak ekonomi tidak hanya dirasakan sektor yang berhubungan langsung dengan wisatawan. Berbagai bidang jasa juga mengalami peningkatan permintaan, mulai dari penyewaan panggung, tenda, sound system, perlengkapan dekorasi, jasa dokumentasi, percetakan, hingga tenaga kerja yang terlibat dalam mendukung jalannya kegiatan. Kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan banyak lapisan masyarakat.





Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman sejak awal dirancang tidak hanya sebagai agenda pelestarian budaya, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.





"Ini merupakan kebanggaan masyarakat Kota Pariaman. Event ini harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Wisatawan yang datang akan menginap di hotel, menikmati kuliner khas, berbelanja, membeli produk UMKM, hingga menggunakan berbagai jasa yang tersedia. Seluruh aktivitas tersebut akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujarnya dilansir resmi, Kamis (9/7/2026).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X