Tabuik Naiak Pangkek Jadi Magnet Wisata Pariaman, Ribuan Orang Saksikan Prosesi Puncak

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 29 Juni 2026 | 08:10 WIB
Prosesi Tabuik Naiak Pangkek kembali menjadi momen yang paling dinantikan dalam rangkaian Festival Budaya Tabuik di Kota Pariaman. Ribuan masyarakat memadati lokasi pelaksanaan prosesi yang digelar pada Minggu pagi (28/6/2026). (Foto: Pemko Pariaman)
Prosesi Tabuik Naiak Pangkek kembali menjadi momen yang paling dinantikan dalam rangkaian Festival Budaya Tabuik di Kota Pariaman. Ribuan masyarakat memadati lokasi pelaksanaan prosesi yang digelar pada Minggu pagi (28/6/2026). (Foto: Pemko Pariaman)


Sumbardaily.com - Prosesi Tabuik Naiak Pangkek kembali menjadi momen yang paling dinantikan dalam rangkaian Festival Budaya Tabuik di Kota Pariaman. Ribuan masyarakat memadati lokasi pelaksanaan prosesi yang digelar pada Minggu pagi (28/6/2026), menjelang puncak acara Tabuik dihoyak dan dibuang ke laut pada 10 Muharram 1448 Hijriah.





Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Tidak hanya warga lokal, prosesi tersebut juga dipadati para perantau Minang yang pulang kampung serta wisatawan domestik dari berbagai daerah di Pulau Sumatera maupun luar Sumatera yang ingin menyaksikan langsung salah satu tradisi budaya terbesar di Kota Pariaman.





Prosesi Tabuik Naiak Pangkek berlangsung di dua lokasi berbeda. Tabuik Pasa dipusatkan di area parkir Lapangan Merdeka, sedangkan Tabuik Subarang dilaksanakan di depan Tugu Tabuik Simpang Kampung Cino, Kota Pariaman. Kedua kelompok secara bersamaan melaksanakan tahapan penyatuan rangkaian tabuik yang menjadi salah satu prosesi paling meriah dalam seluruh rangkaian Festival Tabuik.





Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, serta Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar. Ketiganya bahkan bergabung bersama anak tabuik dengan menabuh gandang tasa sebagai bentuk dukungan sekaligus penyemangat bagi para peserta yang terlibat dalam proses penyatuan tabuik.





Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, Festival Budaya Tabuik telah menjadi tradisi yang selalu dinanti masyarakat setiap kali memasuki bulan Muharram. Menurutnya, penyelenggaraan tabuik bukan hanya menjadi bagian dari identitas budaya daerah, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kota Pariaman.





"Perlu saya tegaskan bahwa, tabuik ini adalah festival budaya murni dan tidak ada unsur keagamaan di dalamnya. Tabuik budaya ini perlu kita jaga dan lestarikan karena bisa menunjukan atau memberikan magnet wisata kepada Kota Pariaman," ujar Yota Balad.





Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat agar tetap lestari dan terus dikenal oleh generasi berikutnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X