Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman meningkatkan langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring ancaman fenomena El Nino pada 2026-2027.
Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) lintas sektoral yang digelar secara daring guna menyusun strategi pencegahan dan mitigasi sejak dini.
Rakorsus tersebut menjadi bagian dari langkah nasional dalam menghadapi dampak El Nino yang diprediksi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang dengan suhu udara yang lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekeringan sekaligus memicu kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pasaman.
Kegiatan koordinasi itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan swasta hingga sejumlah pemangku kepentingan terkait. Fokus utama pembahasan diarahkan pada penguatan sinergi serta langkah pencegahan dini guna menekan potensi terjadinya karhutla.
Dari Kabupaten Pasaman, Rakorsus diikuti secara virtual dari Ruang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta berbagai stakeholder lainnya.
Mewakili Bupati Pasaman, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Pasaman, Asrial Arfandi Hasan, didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menyampaikan bahwa sejumlah prediksi cuaca dan iklim menunjukkan puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi secara serius karena berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang dapat berujung pada munculnya kebakaran hutan maupun lahan.