Selain melakukan evakuasi, BPBD Kota Payakumbuh juga menyalurkan bantuan logistik darurat berupa terpal kepada warga yang rumahnya tertimpa pohon di Kelurahan Padang Kaduduak.
Menurut Devitra, bantuan tersebut diberikan sebagai upaya tanggap darurat untuk melindungi bagian rumah yang mengalami kerusakan agar tidak semakin terdampak akibat rembesan air hujan sebelum dilakukan perbaikan.
"Bantuan ini diberikan sebagai langkah tanggap darurat untuk melindungi bagian rumah yang rusak dari rembesan air hujan sebelum dilakukan perbaikan lebih lanjut," ujarnya.
BPBD Kota Payakumbuh juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi. Imbauan itu disampaikan seiring masih tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat diminta segera melaporkan kepada BPBD apabila menemukan pohon yang berpotensi tumbang atau kondisi lain yang dapat membahayakan keselamatan lingkungan sekitar. Dengan demikian, langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Atas respons cepat yang dilakukan petugas di lapangan, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta memberikan apresiasi kepada seluruh personel BPBD yang tetap menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh dedikasi meski harus bekerja di tengah hujan dan pada malam hari.
Menurut Zulmaeta, kecepatan respons petugas menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Payakumbuh. Saya mengapresiasi kerja keras seluruh personel BPBD yang bergerak cepat dan sigap dalam menangani kejadian ini. Semangat pengabdian seperti inilah yang harus terus dijaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Zulmaeta.