Sumbar Mulai Revitalisasi Kawasan Terdampak Banjir, 1.000 Bibit Pohon Ditanam di Kawasan Batang Kuranji

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:17 WIB
Upaya rehabilitasi lingkungan mulai dilakukan melalui aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas yang berada di sempadan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026).  (Foto: Pemprov Sumbar)
Upaya rehabilitasi lingkungan mulai dilakukan melalui aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas yang berada di sempadan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)


Sumbardaily.com - Kerugian dan kerusakan akibat banjir serta longsor yang melanda Sumatera Barat dalam beberapa bulan terakhir diperkirakan mencapai sekitar Rp33 triliun. Besarnya dampak yang ditimbulkan bencana tersebut menjadi peringatan serius akan pentingnya pemulihan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.





Upaya rehabilitasi lingkungan mulai dilakukan melalui aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas yang berada di sempadan Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026).





Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menjadi bagian dari revitalisasi kawasan yang terdampak banjir besar pada akhir tahun lalu.





Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak lagi bisa ditunda. Menurutnya, bencana yang terjadi telah memberikan pelajaran penting bahwa menjaga lingkungan jauh lebih murah dibandingkan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkannya.





“Tidak boleh ditunggu lagi. Kita harus bertindak sekarang untuk pengendalian iklim karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia itu sendiri,” kata Mahyeldi.





Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat tersebut melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur. Mulai dari pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, pelajar hingga organisasi masyarakat turut ambil bagian dalam aksi penghijauan tersebut.





Menurut Mahyeldi, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting dalam membangun kembali kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai kesadaran menjaga alam harus menjadi karakter bersama yang terus diwariskan kepada generasi muda.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X