Serunya Buayan Kaliang di Pantai Gandoriah, Warisan 70 Tahun yang Tak Pernah Sepi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 27 Maret 2026 | 15:58 WIB
Wisatawan menaiki buayan kaliang di kawasan Pantai Gandoriah saat libur Lebaran 2026. (Foto: Kominfo Pariaman)
Wisatawan menaiki buayan kaliang di kawasan Pantai Gandoriah saat libur Lebaran 2026. (Foto: Kominfo Pariaman)



Menurutnya, berkurangnya jumlah unit Buayan Kaliang disebabkan oleh keterbatasan lahan yang semakin sempit. Untuk tetap mempertahankan usaha, sebagian unit lainnya disebar ke beberapa lokasi agar tetap dapat dimanfaatkan.





Untuk menikmati sensasi Buayan Kaliang, pengunjung hanya perlu membayar Rp5.000 per orang. Setiap kotak biasanya diisi empat hingga enam penumpang.





Setelah penuh, wahana akan diputar oleh enam orang tenaga manusia hingga mencapai kecepatan maksimal sebelum dilepaskan.





Mak Inun berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan keberlangsungan permainan tradisional ini, terutama terkait kondisi lokasi.





Ia meminta agar area tempat Buayan Kaliang tidak dilapisi semen, sehingga memudahkan pemasangan tonggak kayu sebagai penopang wahana.





“Kalau bisa lokasi ini jangan dicor semen, biarlah tetap tanah supaya kami mudah memasang tonggak kayu,” katanya.





Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Sei Geringging, Rini, mengaku masih menikmati sensasi Buayan Kaliang hingga saat ini. Ia menyebut permainan tersebut mampu memberikan tantangan yang memacu adrenalin.





“Saya masih suka naik Buayan Kaliang karena menantang, apalagi saat di puncaknya. Sekarang saya bisa ajak suami dan anak untuk merasakannya juga,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X