Ia menambahkan bahwa transformasi menuju UMKM go digital merupakan langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan teknologi, peluang peningkatan pendapatan dinilai akan semakin terbuka.
“Kalau UMKM kita sudah go digital, maka pasar akan semakin luas dan peluang peningkatan pendapatan juga semakin besar,” katanya.
Di sisi lain, salah seorang pedagang di Pasar Ateh Bukittinggi, Reni, yang menjual produk bordir berupa mukena, mengungkapkan bahwa sebagian besar konsumennya berasal dari luar daerah, terutama saat momen Libur Lebaran.
“Kalau pembeli, rata-rata dari luar daerah, Pak,” ujarnya.
Meski memiliki potensi pasar yang luas, Reni mengaku belum memanfaatkan pemasaran digital secara optimal.
Ia menyebutkan bahwa penjualan masih mengandalkan pembeli yang datang langsung ke toko, sementara penggunaan platform digital masih terbatas.
“Kami belum jual di marketplace, Pak. Paling hanya lewat WhatsApp saja untuk pelanggan tetap. Jadi mayoritas pelanggan kami adalah pembeli yang datang langsung ke toko,” katanya.