Sumbardaily.com, Padang – Krisis air bersih menjadi persoalan paling mendesak yang dihadapi warga Kota Padang setelah bencana banjir bandang disertai jebolnya saluran irigasi di kawasan Gunung Nago. Gangguan terhadap sumber air mandiri milik masyarakat membuat ribuan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Dalam situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengambil langkah cepat dengan memfokuskan penanganan darurat pada pemenuhan pasokan air bersih.
Sejak hari pertama bencana hingga memasuki masa pascabencana, BPBD Kota Padang secara konsisten menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Hingga kini, total volume air bersih yang telah didistribusikan mencapai lebih dari satu juta liter. Air tersebut disalurkan langsung ke kawasan permukiman warga menggunakan mobil tangki air untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan akses air bersih.
Upaya penyaluran air bersih ini dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi. BPBD Kota Padang tidak bekerja sendiri, melainkan mendapat dukungan penuh dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang serta berbagai unsur terkait lainnya. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang.
Sejumlah instansi dan lembaga turut ambil bagian dalam upaya kemanusiaan tersebut. Di antaranya adalah Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Satuan Polisi Pamong Praja, Palang Merah Indonesia (PMI).
Termasuk unsur TNI dan Polri, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, perusahaan BUMN dan BUMD, serta dukungan dari pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi tetangga. Selain itu, keterlibatan relawan dan pihak swasta turut memperkuat proses distribusi bantuan air bersih di lapangan.