Darurat Longsor di Maninjau Terus Mengancam Warga, BPBD Agam Ungkap Sejumlah Penyebabnya

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 1 Januari 2026 | 20:35 WIB
Penampakan udara tanah longsor yang berasal dari kawasan perbukitan Kelok 44 dan melanda masyarakat di kawasan Danau Maninjau. (Dok. BPBD Agam)
Penampakan udara tanah longsor yang berasal dari kawasan perbukitan Kelok 44 dan melanda masyarakat di kawasan Danau Maninjau. (Dok. BPBD Agam)


Sumbardaily.com, Agam - Tanah longsor kembali memicu situasi darurat di wilayah Kabupaten Agam. Material berupa lumpur, kayu dan bebatuan menutup akses jalan provinsi Lubuk Basung-Maninjau di sekitar BRI Lama Pasa Maninjau sejak Kamis (1/1/2025) dini hari.





Kondisi itu membuat jalur transportasi terputus, sementara petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam terus melakukan penanganan di lapangan.





Pantauan udara menunjukkan tidak adanya genangan air dari arah hulu. Namun, material longsor membentuk aliran baru yang mengarah ke depan BRI lama.





"Akibat perubahan aliran tersebut, arus di jembatan Sungai Batang Pisang sempat tidak terlihat, meski debit air yang mengalir ke arah lapas relatif deras," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur.





Sehari penuh, katanya, fenomena yang oleh warga disebut galodo kembali terjadi berulang. Sedikitnya empat hingga lima kali luncuran material terjadi sejak pagi hingga menjelang sore di kawasan Batang Aia Muaro Pisang, Pasa Maninjau, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.





"Kejadian susulan itu muncul setelah longsor pertama yang berlangsung pada dini hari," ujar Abdul.





Sebagian kejadian itu, katanya, berlangsung ketika tim masih berada di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X