Antasari Azhar Wafat, Begini Jejak Karier Eks Kepala Kejati Sumbar yang Pernah Pimpin KPK

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 8 November 2025 | 19:01 WIB
Antasari Azhar, meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025) pukul 10.58 WIB. (Foto: Istimewa)
Antasari Azhar, meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025) pukul 10.58 WIB. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com, Padang – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025) pukul 10.58 WIB. Sosok yang pernah menjadi simbol perlawanan terhadap korupsi sekaligus kontroversi dalam sejarah lembaga antirasuah itu tutup usia pada 72 tahun.





Kabar duka ini menutup perjalanan panjang seorang jaksa yang dikenal tegas, idealis, sekaligus tragis dalam kariernya. Antasari meninggalkan catatan sejarah penting dalam dinamika pemberantasan korupsi di Indonesia, termasuk polemik besar yang menimpa dirinya saat menjabat sebagai Ketua KPK pada 2009.





Dari Belitung ke Puncak Karier Hukum





Antasari Azhar lahir di Belitung, 18 Maret 1953, sebagai anak keempat dari 15 bersaudara pasangan Azhar Hamid dan Asnani. Ayahnya sempat menjabat sebagai kepala kantor pajak di Bangka Belitung, sehingga lingkungan keluarganya sangat disiplin terhadap hukum dan tata pemerintahan.





Masa kecil Antasari dihabiskan di Belitung. Setelah menamatkan pendidikan dasar pada 1965, ia melanjutkan SMP dan SMA di Jakarta hingga lulus pada 1971. Ia kemudian menempuh studi hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Jurusan Tata Negara, dan meraih gelar sarjana pada 1981.





Sejak masa kuliah, Antasari dikenal sebagai aktivis dan organisator. Ia menjabat Ketua Senat Mahasiswa, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa, serta aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ia kerap menyebut dirinya sebagai “bekas demonstran 1978” yang menentang praktik penyalahgunaan kekuasaan pada masa Orde Baru.





Selain pendidikan formal, Antasari menempuh sejumlah pelatihan luar negeri, seperti Commercial Law di University of New South Wales, Sydney, dan Investigation for Environmental Law di EPA Melbourne.





Karier di Kejaksaan dan Sorotan Publik





Karier Antasari dimulai di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Kehakiman (1981–1985). Cita-citanya menjadi diplomat bergeser ketika ia diterima sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat (1985–1989).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X