Jensen dan Sarah, Turis Denmark yang Terpikat Pesona Tabuik Pariaman

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 6 Juli 2025 | 19:40 WIB
Turis dari Denmark Jensen dan Sarah (dua dan tiga dari kanan) berbaur dengan masyarakat Pariaman dalam kunjungannya melihat Pesona Hoyak Tabuik Piaman. (Foto: Kominfo Pariaman)
Turis dari Denmark Jensen dan Sarah (dua dan tiga dari kanan) berbaur dengan masyarakat Pariaman dalam kunjungannya melihat Pesona Hoyak Tabuik Piaman. (Foto: Kominfo Pariaman)


Sumbardaily.com, Pariaman – Perhelatan budaya tahunan Hoyak Tabuik Piaman 2025 kembali menyedot perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara. Festival budaya yang menjadi ikon Kota Pariaman ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, pedagang, wisatawan domestik, hingga pelancong dari luar negeri.





Minggu (6/7/2025), suasana di sepanjang pantai dan jalan-jalan utama Kota Pariaman dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan prosesi naiak pangkek—sebuah rangkaian sakral dalam tradisi Tabuik. Rasa kagum pun tak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari turis internasional yang baru pertama kali mengenal langsung budaya unik Minangkabau ini.





Salah satu wisatawan mancanegara yang hadir, Jensen, asal Kopenhagen, Denmark, mengaku terpukau dengan kemeriahan Tabuik. Datang bersama istrinya, Sarah, keduanya menyempatkan diri menikmati berbagai rangkaian acara budaya sekaligus berbaur dengan warga di warung-warung sekitar area pertunjukan.





"Ini sangat luar biasa. Masyarakatnya ramah, kotanya bersih, pantainya indah. Saya juga sangat menikmati musiknya, sangat hidup dan membawa kebahagiaan," ujar Jensen dengan penuh semangat.





Jensen menilai Kota Pariaman memiliki potensi wisata yang besar. Ia berharap Tabuik dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan karena mampu menjadi magnet wisata budaya yang otentik.





"Kami sudah sering mendengar soal keramahan masyarakat Indonesia. Tapi di Pariaman, pada momen Tabuik ini, kami benar-benar merasakannya," tambah Sarah sambil tersenyum.





Sementara itu, Novinaldi, seorang pengunjung dari Kota Padang yang datang bersama keluarganya, juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Tabuik tahun ini. Menurutnya, festival ini bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga bentuk warisan kearifan lokal yang patut dijaga kelestariannya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X