Polisi: Wanda Bunuh dan Mutilasi Korban Secara Sadar dan Terencana, Ciri Psikopat

Photo Author
Irwanda Saputra, Sumbardaily.com
- Minggu, 22 Juni 2025 | 21:34 WIB
Satria Juhanda alias Wanda, tersangka pembunuhan dan mutilasi tiga perempuan. (Foto: Dok Polres Padang Pariaman)
Satria Juhanda alias Wanda, tersangka pembunuhan dan mutilasi tiga perempuan. (Foto: Dok Polres Padang Pariaman)


Sumbardaily.com, Padang – Kepolisian mengungkap sosok Satria Juhanda alias Wanda (25), pelaku pembunuhan disertai mutilasi tiga perempuan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Polisi menyebut aksi Wanda direncanakan secara cermat dan dilakukan dengan sangat sadis, yang mengindikasikan adanya gangguan kejiwaan psikopat.





Tiga korban yang menjadi sasaran kekejaman Wanda yakni Siska Oktavia Rusdi (23), pacarnya sendiri, serta Adek Agustina (24), teman dekat Siska. Keduanya dilaporkan menghilang sejak Januari 2024. Setelah melalui penyelidikan panjang, jasad mereka ditemukan terkubur di sumur tua di belakang rumah Wanda.





Kasus ini terkuak setelah Wanda ditangkap pada Minggu (15/6/2025) karena terlibat pembunuhan disertai mutilasi terhadap Septia Adinda (25). Pengakuannya membawa polisi pada fakta mengerikan: ia juga telah membunuh dua perempuan lainnya sebelumnya.





Tubuh Adinda ditemukan dalam kondisi termutilasi menjadi 10 bagian. Hingga kini, polisi baru berhasil menemukan enam bagian tubuh yang dibuang di sejumlah titik, termasuk di aliran sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Padang Pariaman hingga Kota Padang.





Aksi Terencana dan Tanpa Penyesalan





Kapolres Padang Pariaman, AKBP Faisol Amir, menyatakan bahwa seluruh rangkaian pembunuhan dilakukan secara sadar dan terencana oleh Wanda. Ia bahkan memperkirakan waktu-waktu sepi, mempersiapkan senjata tajam, dan berupaya menghilangkan jejak.





"Pelaku mengeksekusi para korban satu per satu, termasuk kekasihnya sendiri. Tindakannya dilakukan dalam keadaan sadar, tanpa ada keraguan. Indikasi kuat bahwa pelaku memiliki kepribadian psikopat," ujar Faisol kepada wartawan, Minggu (22/6/2025).





Ia juga menambahkan bahwa pelaku menunjukkan pola perilaku yang sangat manipulatif dan dingin. "Ini bukan sekadar kriminal biasa, tapi sadis. Korban-korbannya adalah orang-orang terdekat," kata Faisol.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Irwanda Saputra

Tags

Terkini

X