Merasa jenuh, ia memutuskan memotong rambutnya dengan gaya yang sangat tidak biasa.
"Semua orang terus membicarakan cedera kaki saya dan mempertanyakan apakah saya bisa bermain di semifinal. Saya muak mendengarnya. Jadi saya memotong rambut saya seperti itu," kenang Ronaldo.
Rekan-rekannya bahkan menyebut model rambut tersebut mengerikan.
Namun strategi Ronaldo berhasil. Perhatian media beralih dari cedera menuju penampilannya.
Tanpa lagi dibayangi pertanyaan soal kondisi fisik, Ronaldo mencetak satu-satunya gol saat Brasil mengalahkan Turki dan melaju ke final.
Belakangan, Ronaldo mengakui gaya rambut tersebut memang buruk.
"Itu sangat buruk! Saya meminta maaf kepada semua ibu yang melihat anak-anak mereka memiliki gaya rambut yang sama."