Drama berlanjut hingga babak adu penalti. Schumacher sukses menggagalkan tendangan Didier Six dan Maxime Bossis, sehingga Jerman Barat memastikan langkah menuju final di Stadion Bernabeu.
Air Mata Paul Gascoigne Menggetarkan Dunia
Semifinal Piala Dunia 1990 di Italia melahirkan salah satu momen paling emosional dalam sejarah sepak bola.
Paul Gascoigne tampil sebagai motor permainan Inggris yang saat itu untuk pertama kalinya dalam 24 tahun berhasil mencapai semifinal Piala Dunia.
Namun, pada menit ke-98 ketika menghadapi Jerman Barat, Gascoigne menerima kartu kuning. Ia langsung menyadari bahwa apabila Inggris berhasil lolos ke final, dirinya tetap tidak akan bisa bermain akibat akumulasi kartu.
"Saat masih kecil bermain di klub masa muda saya, setiap malam saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia. Saya mewujudkan mimpi itu di Italia. Ketika saya mendapat kartu kuning, saya tahu semuanya telah berakhir," kenang Gascoigne.
Pelatih Inggris Bobby Robson juga mengaku langsung memahami arti kartu kuning tersebut.
"Jantung saya rasanya langsung jatuh. Karena saya langsung sadar itu berarti final sudah berakhir bagi Paul Gascoigne. Dan itu adalah sebuah tragedi – bagi dirinya, bagi saya, bagi tim, bagi negara, dan bagi seluruh dunia sepak bola. Karena dia bermain sangat baik, dan pada pertandingan itu penampilannya benar-benar luar biasa."