Dirinya juga menyinggung hasil risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang membahas sejumlah kewajiban yang masih tertunggak dari periode manajemen sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan keputusan yang tertuang dalam risalah RUPS, penyelesaian kewajiban tersebut menjadi tanggung jawab manajemen lama.
Menurutnya, proses penyelesaian berbagai kewajiban yang masih tersisa saat ini terus berjalan dan ditargetkan rampung sebelum tahapan pendaftaran pemain untuk kompetisi Liga 2 dimulai.
Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh proses administrasi klub dapat berjalan lancar dan tidak mengganggu persiapan tim dalam menyongsong musim baru.
“Berdasarkan risalah RUPS, mengenai kewajiban yang tertunggak pada manajemen yang lalu merupakan tanggung jawab manajemen yang lama dan ditargetkan selesai semuanya sebelum pendaftaran pemain dimulai,” katanya.
Dengan adanya kepastian tersebut, manajemen saat ini dapat lebih fokus pada agenda utama pembentukan tim dan persiapan kompetisi. Di sisi lain, penyelesaian kewajiban yang masih tertunggak diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola klub yang lebih profesional dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan Semen Padang FC menuju Liga 2 musim 2026.
Menariknya, Semen Padang FC juga mencoba belajar dari berbagai pengalaman musim sebelumnya. Salah satu perubahan yang akan diterapkan adalah sistem pembayaran gaji pemain menggunakan payroll.