Keseriusan manajemen juga terlihat dari persiapan kebutuhan operasional harian tim. Berbagai kebutuhan mulai dari perlengkapan latihan, sarana transportasi, hingga akomodasi pertandingan telah dipetakan sejak awal.
Manajemen bahkan telah menyusun skema menginap satu hari sebelum pertandingan kandang di kawasan Bekasi. Selain itu, armada bus untuk mobilitas tim dan kendaraan bagi para pemain juga sudah disiapkan.
“Semuanya sudah mulai bekerja dan efektifnya nanti kita harapkan juga setelah masuk mes seluruh karyawan juga sudah masuk beriringan dengan pemain yang masuk,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa secara non-teknis seluruh kebutuhan utama tim pada dasarnya telah disiapkan. Tahapan berikutnya tinggal menyusun dan menjalankan jadwal yang telah direncanakan.
Terkait komposisi skuad yang akan dibangun untuk menghadapi Liga 2, Moulevey menegaskan bahwa manajemen memberikan kewenangan penuh kepada pelatih kepala dalam menentukan kebutuhan pemain.
Menurutnya, seluruh proses perekrutan akan mengacu pada rekomendasi tim pelatih agar skuad yang terbentuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan strategi dan target yang ingin dicapai musim ini.
Meski demikian, manajemen memastikan dukungan penuh dari sisi pendanaan. Braditi menyebut anggaran yang disiapkan untuk menghadapi Liga 2 tergolong besar dan telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan tim secara maksimal. Dengan dukungan tersebut, manajemen optimistis proses pembentukan skuad dapat berjalan sesuai rencana.
“Untuk komposisi pemain kita serahkan keputusan untuk merekrut kepada pelatih kepala. Dan kita di manajemen meyakinkan anggaran yang kita sediakan cukup besar untuk kompetisi ini. Insya Allah kombinasi dari pemain senior, junior hingga pemain timnas akan kita rekrut,” katanya.