budaya

Masak Sambalado Tanak Pakai Kayu Bakar, Tradisi Minangkabau Hidup di Padang Panjang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:15 WIB



“Tadi kita juga melihat ada beberapa peserta yang masih gadis-gadis. Ini memberikan ilmu kepada anak-anak muda kita tentang bagaimana kebudayaan kita di masa lalu, salah satunya memasak Sambalado Tanak ini,” katanya.





Bagi Allex, pelestarian kuliner tradisional tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan makanan sebagai bagian dari warisan budaya. Pengetahuan mengenai proses pengolahan makanan secara tradisional juga menjadi bagian dari kebudayaan yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.





Karena itu, kegiatan seperti Lomba Memasak Sambalado Tanak dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan tradisi dengan aktivitas masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan.





Selain mendorong pelestarian kuliner tradisional, Allex juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan di Kota Padang Panjang.





“Ingat, dalam momentum HUT Kemerdekaan RI ini, mari kita jaga kota, kita jaga kebersihan dan lingkungan kita. Sehingga generasi kita ke depannya bisa melihat bersihnya kota kita,” tuturnya.





Rangkaian Bukik Tui Barasok di Kelurahan Tanah Hitam tidak berhenti pada perlombaan memasak. Sejumlah kegiatan lain juga digelar dengan melibatkan masyarakat.





Pemerintah Kota Padang Panjang menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui Puskesmas Kebun Sikolos. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan pelayanan pembayaran pajak yang disediakan Badan Pengelola Keuangan Daerah.





Menariknya, masyarakat yang melakukan pembayaran pajak di lokasi tersebut berkesempatan memperoleh berbagai hadiah. Kehadiran layanan tersebut membuat kegiatan Bukik Tui Barasok tidak hanya menjadi ruang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menghadirkan pelayanan bagi masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini