budaya

Malamang Basamo Padang tak Cuma Soal Makanan, Ada Budaya dan Adat yang Ingin Dibawa Mendunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:31 WIB
Martina atau Uni Tina menunjukkan produk Lamang Tapai Uni Tina di tempat usahanya di Seberang Padang Utara, Kota Padang, Jumat (3/7/2026). Selama sekitar 10 tahun, ia meneruskan usaha keluarga dengan menjaga kualitas rasa di tengah kenaikan harga bahan baku. (Dok. Istimewa)


Sumbardaily.com - Asap dari tungku dan aktivitas memasak lamang menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi Minangkabau di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).





Melalui Lomba Malamang Basamo, Kelurahan Gunung Pangilun tidak hanya menggelar perlombaan antar warga, tetapi juga membawa misi lebih besar untuk memperkuat identitas Padang sebagai kota Gastronomi Dunia.





Lomba Malamang Basamo tersebut digelar di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara pada Sabtu (22/8/2026) siang.





Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kelurahan Gunung Pangilun itu mengusung tema "Malamang Basamo, Menghidupkan Tradisi, Mempererat Silaturahmi Antar Warga".





Sebanyak 11 kelompok peserta dari BKMT se-Kelurahan Gunung Pangilun ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tradisi yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat Minangkabau itu kemudian dikemas dalam sebuah perlombaan yang sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan antar masyarakat.





Kegiatan tersebut juga memiliki momentum yang cukup lengkap. Lomba Malamang Basamo digelar untuk memperingati tiga peristiwa besar sekaligus, yakni Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun, HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, serta Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.





Namun, nilai penting kegiatan itu tidak berhenti pada perayaan tiga momentum tersebut.


Halaman:

Tags

Terkini