Syahrial menegaskan pentingnya kesinambungan antar generasi dalam menjaga tradisi tersebut.
"Keahlian malamang ini harus diturunkan kepada generasi berikutnya agar warisan tradisi ini bisa turun-temurun dan tidak punah. Kedepan, kita berharap kegiatan ini bisa terus ditingkatkan dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Kota Padang," ucapnya.
Harapan tersebut membuat Lomba Malamang Basamo di Gunung Pangilun tidak diposisikan hanya sebagai kegiatan yang selesai setelah perlombaan berakhir.
Pemko Padang berharap kegiatan serupa dapat berkembang dari tingkat kelurahan menuju tingkat kecamatan hingga menjadi kegiatan di tingkat Kota Padang.
Dengan melibatkan 11 kelompok BKMT, Lomba Malamang Basamo menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.
Malamang tidak hanya dipertahankan sebagai aktivitas budaya, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pariwisata, kebudayaan, dan gastronomi Kota Padang.
Di tengah upaya membawa Padang menuju jejaring kota kreatif dunia, tradisi yang lahir dan tumbuh di tengah masyarakat justru menjadi salah satu modal penting.