budaya

Resmikan Penataan Museum Adityawarman di Padang, Fadli Zon Dorong Pelestarian Budaya Minangkabau

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:04 WIB
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meresmikan penataan lingkungan Museum Adityawarman di Kota Padang, Kamis (12/3/2026). (Foto: Kemenbud RI)



Dukungan anggaran tersebut diarahkan pada kegiatan nonfisik yang bertujuan menghidupkan aktivitas kebudayaan di museum. Program tersebut meliputi penyelenggaraan pameran, kegiatan seni dan budaya, pertunjukan, hingga berbagai program aktivasi yang melibatkan masyarakat.





“Dukungan ini merupakan stimulus agar kegiatan kebudayaan di museum dapat terus hidup dan berkembang, sebagaimana dukungan kepada taman budaya yang juga diberikan,” kata Fadli Zon.





Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa penataan kawasan museum juga sejalan dengan gerakan nasional ASRI yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan aman bagi masyarakat.





Menurut Fadli Zon, museum merupakan bagian penting dari ruang publik sekaligus elemen utama dalam ekosistem kebudayaan yang harus dikelola secara profesional. Dengan kekayaan budaya yang dimiliki Sumbar, termasuk berbagai cagar budaya dan Warisan Budaya Tak Benda, peningkatan kualitas pengelolaan museum menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemajuan kebudayaan di daerah.





Ia menambahkan bahwa standar pengelolaan museum juga harus terus ditingkatkan secara profesional. Hal tersebut mencakup penguatan alur cerita atau storyline pameran, penataan ruang pamer, pencahayaan yang tepat, pemilihan material yang mendukung tampilan koleksi, hingga penggunaan tipografi dan bahasa yang mudah dipahami pengunjung.





Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih menarik dan interaktif. Menurut Fadli Zon, museum masa kini harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup bagi pengunjung.





Ia menegaskan bahwa paradigma museum telah berubah. Jika sebelumnya museum sering dipandang sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, kini museum harus berkembang menjadi pusat pengetahuan, ruang pembelajaran, sekaligus destinasi wisata budaya yang dinamis.





Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius, turut menyampaikan laporan mengenai penataan kawasan Museum Adityawarman. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus hadir di tengah masyarakat dan komunitas budaya.

Halaman:

Tags

Terkini