Menurut Feri Arlius, museum memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dengan sejarah serta nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, penataan kawasan museum menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat fungsi tersebut.
Museum Adityawarman sendiri menyimpan lebih dari 6.000 koleksi yang terbagi dalam berbagai kategori. Koleksi tersebut meliputi etnografi, arkeologi, numismatik, filologi, hingga seni rupa tradisional yang menggambarkan kekayaan warisan budaya Minangkabau.
Berbagai benda koleksi yang tersimpan di museum ini antara lain pakaian adat, alat musik tradisional, peralatan rumah tangga, serta senjata tradisional yang menggambarkan kehidupan masyarakat Minangkabau pada masa lampau.
Selain berfungsi sebagai ruang penyimpanan koleksi sejarah, Museum Adityawarman juga menjadi ruang ekspresi seni dan budaya bagi masyarakat. Berbagai kegiatan aktivasi museum terus dihadirkan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Minangkabau agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut di antaranya pameran tematik, lokakarya seni tradisional, hingga pertunjukan musik dan tari yang melibatkan seniman dan komunitas budaya. Melalui berbagai program tersebut, museum diharapkan dapat menjadi ruang interaksi budaya yang aktif sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.
Dengan berbagai upaya penataan dan penguatan program kebudayaan tersebut, Museum Adityawarman diharapkan semakin berkembang sebagai pusat pelestarian budaya Minangkabau serta destinasi wisata budaya yang memberikan pengalaman edukatif bagi masyarakat luas. (*)