Merawat Budaya, Membangun Karakter Anak Lewat Festival Permainan Tradisional

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 26 Desember 2025 | 10:53 WIB
Festival Permainan Tradisional Anak
Festival Permainan Tradisional Anak


Sumbardaily.com, Padang – Upaya membangun karakter anak sejak dini terus dilakukan Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, melalui pendekatan budaya yang edukatif dan inklusif. Salah satunya diwujudkan lewat Festival Permainan Tradisional Anak yang digelar di Kampung Seni Palapa, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, pada Kamis (25/12/2025).





Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus sarana pelestarian permainan tradisional anak di tengah kuatnya arus digitalisasi yang kian memengaruhi pola tumbuh kembang generasi muda. Festival tersebut tidak hanya menghadirkan suasana hiburan, tetapi juga dirancang sebagai media pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai budaya dan sosial kepada anak-anak.





Di tengah dominasi gawai dan teknologi digital, kehadiran festival ini dipandang sebagai upaya menghadirkan kembali aktivitas bermain yang mendorong interaksi langsung, gerak fisik, dan kebersamaan.





Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para penggiat Kampung Seni Palapa yang telah menggagas kegiatan tersebut. Ia menilai festival ini sebagai inisiatif yang positif, kreatif, dan sarat nilai edukatif bagi anak-anak.





Menurut Nofiandi, Festival Permainan Tradisional Anak bukan sekadar ajang hiburan semata. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus ruang kebudayaan yang berperan penting dalam proses pembentukan karakter anak. Melalui permainan tradisional, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.





Ia menuturkan, perkembangan teknologi di era digital membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai. Meski teknologi membawa berbagai manfaat, penggunaan gadget tanpa pendampingan serta minimnya aktivitas penyeimbang berpotensi menimbulkan ketergantungan, mengurangi interaksi sosial, dan menjauhkan anak dari nilai kebersamaan serta budaya lokal.





Melalui festival ini, anak-anak diajak untuk kembali bergerak aktif, saling berinteraksi, bekerja sama, serta membangun komunikasi yang sehat. Permainan tradisional menjadi sarana untuk belajar sportivitas, kejujuran, gotong royong, dan saling menghargai dalam suasana yang menyenangkan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X