Lewat GSMS, Padang Panjang Perkuat Warisan Budaya Takbenda di Sekolah

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 19:08 WIB
Penyelenggaran apresiasi hasil akhir Gerakan Seniman Masuk Sekolah
Penyelenggaran apresiasi hasil akhir Gerakan Seniman Masuk Sekolah


Sumbardaily.com, Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi antara sektor pendidikan dan kebudayaan melalui penyelenggaraan Apresiasi Hasil Akhir Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Kegiatan ini digelar di Gedung Hoerijah Adam, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sabtu (20/12/2025), dan menjadi ruang strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.





Apresiasi GSMS menampilkan hasil pembelajaran seni siswa-siswi dari 15 sekolah tingkat SLTP se-Kota Padang Panjang. Beragam karya seni dipentaskan, mulai dari seni tari, musik, hingga seni rupa. Seluruh karya tersebut merupakan hasil proses pendampingan intensif yang dilakukan para seniman selama pelaksanaan program GSMS di sekolah.





Pembukaan kegiatan diawali dengan penampilan Tari Piriang Suluah, salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah ditetapkan pada 11 Oktober lalu. Tarian tersebut ditampilkan sebagai simbol penguatan identitas budaya daerah sekaligus penegasan pentingnya pewarisan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda sejak usia sekolah.





Apresiasi Hasil Akhir GSMS secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra. Dalam sambutannya, Allex menegaskan bahwa GSMS tidak sekadar menjadi kegiatan seni di lingkungan sekolah, melainkan sebuah program strategis untuk membentuk karakter, kreativitas, dan jati diri budaya peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.





Menurut Allex, program GSMS dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Kota Padang Panjang. Melalui pembelajaran seni dan budaya secara langsung bersama para seniman, peserta didik diharapkan memiliki kepekaan rasa, daya cipta, serta kesadaran terhadap nilai-nilai budaya lokal.





“Program GSMS ini kami pandang sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepekaan rasa, kreativitas, serta jati diri budaya yang kuat,” ujar Allex.





Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan GSMS di Padang Panjang tidak terlepas dari peran para seniman pendamping. Tercatat, sebanyak 15 seniman bersama 15 asisten seniman secara konsisten mendampingi siswa-siswi SLTP selama proses pembelajaran seni dan kebudayaan berlangsung.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X