Alek Nagari Mangirai di Tapian: Perayaan Unik Perempuan, Nelayan dan Danau Singkarak

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 20 November 2025 | 00:33 WIB
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com, Solok – Nagari Tikalak, sebuah nagari yang berada tepat di tepian Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) tengah bersiap menggelar salah satu perhelatan budaya terbesar dalam sejarahnya. Festival bertajuk Alek Nagari: Mangirai di Tapian ini dijadwalkan berlangsung pada 22–23 November 2025 di Lapangan Bola Kaki Nagari Tikalak. Helat budaya tersebut didedikasikan sebagai ruang syukur atas berkah alam Danau Singkarak, sekaligus wadah pertemuan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.





Nagari yang berada di Kecamatan X Koto Singkarak itu selama bertahun-tahun menjadikan danau sebagai pusat kehidupan sehari-hari. Danau Singkarak bukan hanya sumber air bagi masyarakat, tetapi juga rumah bagi berbagai jenis makhluk hidup, termasuk ikan bilih—spesies endemik berukuran kecil yang telah lama menjadi komoditas penting bagi perekonomian warga. Pengelolaan dan pemanfaatan ikan bilih menghasilkan tradisi, teknik menangkap ikan, hingga pola pemasarannya yang berkembang secara turun-temurun.





Perhatian terhadap pengetahuan lokal itulah yang mendorong Rozi Erdus, putra Nagari Tikalak sekaligus Daya Desa—aktor kebudayaan desa yang digagas Kementerian Kebudayaan—untuk menelusuri kembali bagaimana warga mengelola alam dan budaya di lingkungan danau. Selama beberapa tahun terakhir, Rozi memetakan kembali pengetahuan komunitas, termasuk praktik menangkap ikan, pengolahan hasil tangkapan, hingga peran sosial kelompok perempuan dan nelayan di nagari tersebut.





Pada akhir tahun 2024, Rozi menyelenggarakan pameran pertama yang memperlihatkan hasil pemetaan tersebut. Pameran itu menjadi ruang bagi ibu-ibu toke bilih dan para nelayan memperkenalkan siklus perikanan bilih, mulai dari teknik panen, distribusi ke pasar, sampai proses pengolahan. Kegiatan itu memantik semangat warga untuk memahami kembali kekayaan budaya dan ekonomi yang selama ini mereka miliki.





Festival Perdana yang Ditopang Warga Tikalak





Berangkat dari antusiasme tersebut, Rozi bersama pemuda nagari dengan dukungan penuh Pemerintahan Nagari Tikalak merancang sebuah festival budaya berskala besar. Alek Nagari: Mangirai di Tapian kemudian terpilih sebagai salah satu gagasan yang menerima fasilitasi Program Aktivasi Pemanfaatan Potensi Budaya Desa dari Kementerian Kebudayaan RI. Festival ini digagas sebagai ruang perayaan pengetahuan lokal, sarana silaturahmi, sekaligus medium dialog mengenai pembangunan Nagari Tikalak melalui pendekatan kebudayaan.





Rozi menegaskan bahwa festival ini merupakan yang pertama sepanjang sejarah Nagari Tikalak. Karena itu, momen ini dianggap penting untuk menampilkan identitas kebudayaan nagari secara lebih utuh, termasuk menunjukkan cara warga memaknai dan merawat lingkungan danau.





“Melalui festival pertama ini, kami ingin membuka ruang bagi kelompok warga untuk mengekspresikan pengetahuannya, saling belajar, dan memperkuat identitas kebudayaan di tepian Danau Singkarak,” kata Rozi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (20/11/2025).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X