“Pasambahan Kato adalah kebanggaan kita bersama. Ia bukan hanya seni berbicara, tapi seni menghormati, mendidik, dan menyatukan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi budaya antarnagari dan kabupaten/kota di Sumbar,” tutur Hendri.
Festival Pasambahan Kato se-Pabasko ini merupakan inisiatif dari pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Rony Mulyadi. Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar nilai-nilai adat tidak berhenti pada simbol, melainkan tetap hidup dalam praktik keseharian masyarakat.
“Kami berupaya agar nilai-nilai adat tidak hanya dikenang, tapi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kegiatan seperti ini, generasi muda bisa belajar langsung dari para Ninik Mamak dan pelaku adat yang berpengalaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dan masyarakat berharap agar seni tutur Minangkabau tetap lestari dan relevan di tengah perkembangan zaman. Pasambahan Kato diharapkan tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang terus hidup dan berkembang di ranah Minang. (red)