Festival Adat Pauh, Ajang Tanamkan Nilai Budaya Minangkabau untuk Generasi Muda

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:14 WIB
Festival Adat Pauh IX Kuranji 2025 di Kota Padang jadi ajang pelestarian dan penanaman nilai-nilai budaya Minangkabau bagi generasi muda. (Foto: Kominfo Padang)
Festival Adat Pauh IX Kuranji 2025 di Kota Padang jadi ajang pelestarian dan penanaman nilai-nilai budaya Minangkabau bagi generasi muda. (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com, Padang – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masyarakat Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), memilih langkah berbeda dalam menjaga jati diri budaya Minangkabau. Melalui Festival Adat Budaya Pauh IX Kuranji 2025, para Niniak Mamak berupaya menanamkan kembali nilai-nilai adat dan tradisi kepada generasi muda, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.





Festival yang digelar selama tiga hari, mulai Senin (13/10/2025) hingga Rabu (15/10/2025) ini menghadirkan tiga agenda utama, yakni lomba Sasambah Adat Batagak Panghulu, lomba Sasamba di Bawah Payuang, serta Festival Randai. Ketiga kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperlihatkan kekayaan budaya dan mempertegas bahwa adat Minangkabau masih hidup di tengah masyarakat urban Kota Padang.





Camat Kuranji, Ridho Satria, menjelaskan bahwa festival tahun ini diikuti oleh 441 peserta yang merupakan perwakilan dari kelurahan dan sembilan tapian di Kecamatan Kuranji. Ia menyebut, antusiasme warga menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat untuk melestarikan adat dan budaya daerahnya.





“Sebanyak 441 peserta turut berpartisipasi sebagai perwakilan kelurahan atau IX Tapian Kecamatan Kuranji,” ujar Ridho Satria.





Dukungan terhadap pelestarian budaya Minangkabau juga datang dari Pemerintah Kota Padang. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Padang, Jasman, menilai kegiatan seperti Festival Adat Budaya Pauh IX memiliki makna penting di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi.





“Kegiatan ini tidak sekadar seremonial atau hiburan. Yang utama adalah bagaimana adat budaya Minangkabau tetap hidup dan bisa diturunkan kepada generasi muda,” ucapnya.





Menurut Jasman, Pemko Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir memiliki perhatian besar terhadap pelestarian adat dan budaya lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Unggulan Sinergi Nagari Kota Padang, yang mendorong sinergi antara Tungku Tigo Sajarangan—Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai—untuk memperkuat nilai adat di tengah masyarakat.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X