“Festival ini merupakan cara efektif untuk memperkuat pelestarian budaya dari akar rumput. Ketika anak muda dilibatkan secara aktif, maka keberlangsungan tradisi seperti randai ini bisa terjamin di masa depan,” ungkap Asril.
Asril berharap, festival ini tak hanya menjadi seremonial semata, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat merangsang kreativitas serta membentuk karakter generasi muda yang menghargai tradisi.
“Semangat anak-anak muda dalam melestarikan budaya harus terus difasilitasi dan diapresiasi. Dari sini akan lahir generasi pelestari budaya yang kuat dan peduli pada akar budayanya,” katanya.
Diketahui, Festival Randai yang diinisiasi oleh KBCE ini diikuti oleh 10 kelompok randai dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Antusiasme peserta dan penonton menjadi penanda bahwa seni randai masih memiliki ruang hidup yang luas di kalangan generasi muda. (red)