Simpan Sejarah Kerajaan Melayu Kuno, Candi Pulau Sawah Segera Jadi Cagar Budaya Nasional?

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 7 Juli 2025 | 21:41 WIB
Candi Pulau Sawah di Kabupaten Dharmasraya (Foto: Pemkab Dharmasraya)
Candi Pulau Sawah di Kabupaten Dharmasraya (Foto: Pemkab Dharmasraya)


Sumbardaily.com, Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengajukan usulan agar Candi Pulau Sawah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, dalam sebuah diskusi terbuka tentang pelestarian warisan budaya Indonesia yang digelar di Padang, Minggu (7/7/2025).





Pertemuan yang berlangsung hangat itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, bersama sejumlah tokoh budaya nasional. Dalam forum tersebut, Annisa menekankan pentingnya pengakuan nasional terhadap situs Candi Pulau Sawah, yang terletak di Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah peradaban Melayu kuno di kawasan hulu Sungai Batanghari.





"Dharmasraya adalah bagian dari sejarah panjang peradaban Melayu di Nusantara. Sudah saatnya Candi Pulau Sawah mendapatkan perlindungan penuh sebagai warisan budaya nasional," ujar Annisa.





Menurut Annisa, penetapan status cagar budaya nasional bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pelestarian situs, edukasi sejarah bagi generasi muda, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya.





Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai ancaman yang dihadapi situs tersebut, termasuk aktivitas tambang ilegal yang berpotensi merusak kawasan sekitar candi.





Dukungan dari Menteri Kebudayaan





Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon memberikan respons positif. Ia mengakui bahwa Candi Pulau Sawah memiliki nilai sejarah yang penting dalam narasi kebudayaan Indonesia, khususnya dalam konteks jaringan perdagangan masa lampau di wilayah Sumatera bagian tengah.





"Candi ini adalah jejak nyata peradaban Melayu klasik yang berpengaruh luas. Sudah selayaknya masuk dalam perhatian nasional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang harus kita lestarikan," kata Fadli Zon.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X