Alek Kapalo Banda, Tradisi 124 Tahun yang Masih Lestari di Pincuran Tujuh Tanah Datar

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 7 April 2025 | 19:04 WIB
Tradisi Alek Kapalo Banda ke-124 di Pincuran Tujuh, Nagari Batipuah Baruah menunjukkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat Tanah Datar. (Foto: Dok Kominfo Tanah Datar)
Tradisi Alek Kapalo Banda ke-124 di Pincuran Tujuh, Nagari Batipuah Baruah menunjukkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat Tanah Datar. (Foto: Dok Kominfo Tanah Datar)



"Kita bertekat menjadikan Tanah Datar sebagai kabupaten tahfizh dan melahirkan anak-anak yang berkarakter, cerdas dan tangguh," tegasnya.





Wali Nagari Batipuah Baruah, Mulyadi Bj, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dalam acara tradisi Alek Kapalo Banda ke-124 tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih atas pembangunan jalan dari Pincuran Tujuh ke Gunung Bungsu yang telah memudahkan akses masyarakat.





Namun, Mulyadi juga menyampaikan harapan agar jalan dari Gunung Rajo menuju Pincuran Tujuh yang sempit dan berkelok dapat diperlebar sehingga kendaraan roda empat yang berpapasan tidak mengalami kesulitan.





Tokoh masyarakat setempat, A. Dt. Jo Labiah, menjelaskan bahwa tradisi Alek Kapalo Banda merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas sumber mata air di Jorong Pincuran Tujuh yang menjadi sumber air bersih dan pengairan lahan pertanian.





"Alek Kapalo Banda merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas sumber mata air yang ada di Jorong Pincuran Tujuh, sebagai sumber air bersih bagi masyarakat juga untuk mengaliri lahan pertanian," ujarnya.





Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajukan permintaan kepada Pemerintah Daerah untuk membangun gedung serba guna dan menghadirkan jaringan internet di Jorong Pincuran Tujuh yang saat ini masih blank spot.





Tradisi Alek Kapalo Banda yang telah berlangsung selama 124 tahun ini menunjukkan betapa masyarakat Minangkabau, khususnya di Jorong Pincuran Tujuh, masih memegang teguh warisan leluhur. Di tengah arus modernisasi, ritual tahunan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan nilai-nilai tradisional yang menjadi fondasi masyarakat. (red)





Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X