berita

Sinkronisasi Data Jadi Sorotan, Unand dan Kemenko PMK Bahas Pemulihan Bencana Sumatera

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:12 WIB
Bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026). (Foto: BPJN Sumbar)



Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui keahlian multidisiplin, hasil penelitian, serta pendampingan teknis. Namun, dukungan dan koordinasi pemerintah tetap diperlukan agar rekomendasi akademik dapat ditindaklanjuti menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.





Audiensi Diharapkan Menghasilkan Rekomendasi Konkret





Staf Ahli atau Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden RI, Dr. AA Ade Kadarisman, berharap audiensi tersebut menghasilkan matriks kebutuhan, rekomendasi, serta gambaran kondisi aktual di lapangan.





“Audiensi ini diharapkan menghasilkan matriks kebutuhan, rekomendasi, dan gambaran kondisi aktual di lapangan sebagai dasar penyusunan langkah tindak lanjut yang konkret,” kata Ade.





Hasil pembahasan itu diharapkan menjadi landasan untuk menyusun langkah pemulihan yang dapat diterapkan secara nyata. Dengan mengacu pada kebutuhan dan kondisi aktual, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan berjalan lebih efektif sehingga masyarakat dapat kembali merasakan keamanan dan kenyamanan.





Melalui audiensi dan diskusi tersebut, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pakar, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.





Bagi Unand, keterlibatan akademisi merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan hasil riset yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan dan memperkuat ketangguhan daerah terhadap risiko bencana pada masa mendatang. (*)






Halaman:

Tags

Terkini