berita

Musda V IJTI Sumbar Angkat Isu Bencana, Jurnalis Televisi Didorong Tingkatkan Kesiapsiagaan Publik

Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:54 WIB
Insan kebencanaan saat latihan gabungan untuk meningkatkan kesiapsiagaan potensi bencana di Lapangan APEKSI Balai Kota Padang, Kamis (31/10/2024). (Foto: Dok Diskominfo Padang)



Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami. Informasi tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi di lapangan, memahami perkembangan situasi, serta memperoleh gambaran mengenai risiko yang dihadapi.





Di sisi lain, pemerintah dan pemangku kebijakan membutuhkan saluran komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.





Dalam konteks ini, jurnalis televisi memiliki peran untuk menghubungkan informasi dari lapangan dengan publik melalui pemberitaan berbasis fakta.





Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan peliputan ketika bencana berlangsung.





Dokumentasi pasca bencana juga dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan dampak kejadian, menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak, dan meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya kesiapsiagaan.





Wahyudi mengatakan salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Musda V adalah penyusunan strategi kolaboratif untuk menghasilkan konten dan dokumenter pascabencana yang kaya visual, edukatif, serta mudah dipahami masyarakat.





Melalui produksi konten tersebut, jurnalis televisi diharapkan dapat membantu membangun kesadaran masyarakat Sumatera Barat terhadap ancaman krisis iklim dan bencana hidrometeorologi.





"Penyajian dokumentasi pasca bencana yang kaya visual dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan," kata jurnalis tvOne tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini