berita

Cegah Kecelakaan Laut, BMKG Edukasi Nelayan Pariaman soal Cuaca Ekstrem

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:04 WIB
Sebanyak 35 nelayan di Kota Pariaman mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (14/10/2026)


Sumbardaily.com - Sebanyak 35 nelayan di Kota Pariaman mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam memahami informasi cuaca dan kondisi laut sebagai bekal menentukan keselamatan serta keberhasilan saat melaut.





Kegiatan yang diselenggarakan melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Teluk Bayur Padang tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Aula Balai Kota Pariaman pada Rabu (14/10/2026).





Dalam sambutannya, Yota menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Pariaman. Namun, kegiatan penangkapan ikan menghadapi berbagai tantangan alam yang dapat memengaruhi keselamatan nelayan maupun hasil tangkapan.





Menurutnya, nelayan perlu memahami berbagai faktor yang menentukan kondisi pelayaran, mulai dari cuaca, ketinggian gelombang, kecepatan dan arah angin, hingga arus laut. Perubahan pada faktor-faktor tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan, kelancaran operasi penangkapan ikan, serta pendapatan nelayan.





“Pengetahuan tentang cuaca dan kondisi laut bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan penting bagi setiap nelayan,” ujar Yota Balad, dikutip dari Pemko Pariaman, Kamis (15/10/2026).





Yota menilai, pembekalan pengetahuan melalui SLCN sejalan dengan upaya memperkuat pemanfaatan teknologi mitigasi maritim di Kota Pariaman. Menurutnya, informasi cuaca yang dipahami dengan baik dapat membantu nelayan mempertimbangkan kondisi laut sebelum memutuskan untuk berangkat mencari ikan.





Ia juga menyoroti keberadaan teknologi HR Radar yang telah berdiri di Taman Anas Malik, Kota Pariaman. Yota berharap BMKG dapat mengaktifkan perangkat tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan oleh nelayan, khususnya dalam memperoleh perkiraan cuaca dan mendeteksi keberadaan kumpulan ikan di laut.


Halaman:

Tags

Terkini